Apa Itu Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Apa Itu Peer to Peer Lending atau yang dikenal dengan nama (P2P Lending)? Berbicara tentang konsep dari peer-to-peer lending, terdapat dua penjelasan yakni, sebagai peminjam atau sebagai pemberi pinjaman (Pendana). Sebagai apapun anda, di dalam peer to peer lending kedua peran tersebut sama-sama akan memberikan manfaat tersendiri untuk anda di dalam hal finansial. Sistem P2P Lending ini sendiri bukanlah tanpa resiko. Sama seperti berbagai kegiatan finansial serta investasi lainnya, anda tetap harus berhati-hati dalam menjalankannya.

Namun, selama anda memahami bagaimana tentang sistem dan juga tentang bagaimana cara kerjanya, anda nantinya akan baik-baik saja. Dengan berkembangnya teknologi seperti e-commerce saat ini, kegiatan peminjaman juga turut berkembang dalam bentuk online juga dalam bentuk platform yang mirip dengan e-commerce. Dengan begitu, seorang peminjam nantinya akan bisa mendapatkan pendanaan dari banyak individu.

Apa Itu Peer to Peer Lending (P2P Lending)

Dalam peer lending, kegiatan tersebut biasanya akan dilakukan secara online melalui platform website s128 dari berbagai perusahaan penyedia peer lending. Terdapat berbagai macam jenis platform, produk, dan juga beberapa teknologi untuk dapat menganalisa kredit. Peminjam dan pendana nantinya tidak akan bertemu secara fisik dan seringkali tidak saling mengenal. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang peer to peer lending.

Apa Itu Peer to Peer Lending (P2P Lending)?

Sebelumnya, mari ketahui dulu tentang penjelasan secara lengkap tentang P2P Lending. Peer to Peer Lending sendiri adalah sebuah metode yang digunakan untuk dapat memberikan sebuah pinjaman uang kepada masing-masing individu atau kepada layanan bisnis. Sebaliknya orang yang mengajukan pinjaman untuk keperluan individu atau bisnis. Intinya adalah P2P Lending akan menghubungkan si pemberi pinjaman (Pendana) dengan peminjam secara online.

Dengan P2P Lending setiap orang nantinya bisa memberi atau pun juga mengajukan pinjaman untuk berbagai macam tujuan, tanpa menggunakan jasa dari lembaga perbankan yang ada. Pada dasarnya, sistem dari P2P Lending ini sangat mirip dengan konsep marketplace online, yang menyediakan sebuah wadah sebagai tempat pertemuan antara dua orang pembeli dengan penjual. Namun, dalam P2P Lending, sistem yang nantinya akan mempertemukan pihak peminjam dengan pihak yang akan memberikan pinjaman. Jadi, bisa dikatakan bahwa P2P Lending merupakan sebuah marketplace dengan kegiatan pinjam-meminjam uang.

Dari pada seseorang mengajukan sebuah pinjaman melalui lembaga resmi seperti bank, koperasi, jasa kredit, pemerintah dan juga lainnya yang prosesnya jauh lebih kompleks. Masyarakat biasanya dapat mengajukan pinjaman yang didukung oleh orang-orang lain sesama pengguna sistem P2P sebagai alternatif. Karena itulah sistem tersebut dinamakan “peer-to-peer”.

Bagaimana Cara Kerja Peer to Peer Lending ?

Sebagai Pendana

Pendana akan dapat mendanai secara instan ke berbagai pinjaman. Nantinya, Pendana akan memiliki akses untuk dapat melihat data-data dari si peminjam melalui aplikasi yang disediakan. Namun di beberapa platform biasanya data dari si peminjam tidak semuanya akan diberikan. Walaupun ada beberapa data mengenai pendapatan, riwayat keuangan, hingga tujuan dari pinjaman yang bisa dilihat.

Saat ingin mendanai pinjaman pilihan, Pendana nantinya bisa langsung mendistribusikan sejumlah dana. Setelah itu, peminjam nantinya akan membayarnya dengan cicilan atau mereka akan membayar di akhir masa tenor. Dari situlah, pendana nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa pokok dan juga bunga. Adapun besaran bunga yang akan didapat nantinya tergantung pada suku bunga pinjaman yang telah didanai.

Sebagai Peminjam

Peminjam hanya perlu mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan sebuah pinjaman secara online yang biasanya relatif lebih cepat prosesnya. Diantaranya seperti dokumen yang berisikan keuangan dalam jangka waktu tertentu dan tujuan anda mengajukan pinjaman tersebut.

Permohonan peminjaman nantinya bisa diterima ataupun juga ditolak, tergantung oleh beberapa faktor. Jika permohonan anda ditolak, maka anda harus memperbaiki segala hal yang menjadi alasan penolakan permohonan tersebut. Jika diterima, suku bunga pinjaman akan diterapkan.

Setelah itu pengajuan pinjaman anda akan dimasukkan ke dalam marketplace. Dengan begitu, nantinya semua perdana bisa melihat pengajuan pinjaman anda dan mendanainya. Ketika sudah melakukan pendanaan dan sudah terkumpul, dana pinjaman tersebut nantinya akan dicarikan.

Apakah Peer to Peer Lending Sarana yang Tepat ?

Hal ini tentunya akan sangat bergantung pada kebutuhan finansial anda. Bagi anda peminjam, peer to peer lending merupakan sebuah sarana yang tepat untuk mendapatkan sebuah pinjaman dana yang cepat. P2P Lending dapat menjadi sebuah alternatif, ketika meminjam di layanan keuangan konvensional dirasa tidak terlalu kompleks. Selain itu, pinjaman di P2P Lending, biasanya juga dapat digunakan tanpa jaminan. Jadi, sangat berguna untuk anda yang tidak memiliki aset untuk dijaminkan atau anda yang tidak memiliki kartu kredit.

Bagi Pendana, peer to peer lending merupakan sebuah alternatif yang sangat bagus untuk mengembangkan dana. Apalagi, jika anda memiliki dana yang lebih ingin dikembangkan, namun tidak tahu dimana harus mengalokasikan dana tersebut. Modal awal dalam melakukan pendanaan di peer-to-peer lending, cenderung lebih kecil. Bahkan bisa di mulai dari Rp100,000. Tidak hanya itu saja, dengan mendanai pinjaman di P2P Lending, anda juga dapat mempelajari fundamental investasi. Kenapa? karena P2P Lending memiliki prinsip dasar yang juga mirip. Di mana anda harus melakukan analisa, terhadap pinjaman-pinjaman yang nantinya ingin anda danai.

Kelebihan dan Kekurangan P2P Lending Bagi Pendana

P2P Lending ini sudah resmi diatur dan juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Peraturan OJK nomor 77/POJK.01/2016. Kemudian memberikan pinjaman sangat mudah dan juga cepat dengan P2P Lending, khususnya jika anda memiliki dana lebih namun tidak tahu harus mengalokasikannya dana tersebut ke mana. Suku bunga yang nantinya akan diterima juga memiliki nilai yang signifikan, sehingga lebih menguntungkan.

Kekurangan P2P Lending Bagi Pendana

Jika anda nantinya mengalokasikan uang melalui P2P Lending, anda tidak bisa menarik uang yang telah anda danai kapanpun anda mau, tidak seperti menyetor uang ke bank. Lalu, ada kemungkinan bahwa si peminjam nantinya akan gagal dalam mengembalikan uang pinjamannya, sehingga dana yang telah anda pinjamkan bisa saja lenyap. Namun, hal ini tersebut sudah diatasi oleh mayoritas platform Peer to Peer Lending dengan jaminan yang diberikan kepada penggunanya sebagai pendana.

Mendapatkan Return yang Besar

Melakukan pendanaan di P2P Lending bisa memberikan sebuah keuntungan yang besar untuk lender. Pendana nantinya bisa mendapatkan keuntungan mulai 15 persen hingga dengan 25 persen per tahun. Keuntungan ini lebih besar jika dibandingkan dengan bunga deposito bank yang hanya berkisar 2 persen hingga 6 persen per tahun. Di samping itu, keuntungan tersebut juga lebih besar dibandingkan rata-rata inflasi yang ada Indonesia dalam 30 tahun terakhir yang mencapai 8,5 persen.

Demikian itulah penjelasan tentang Peer to Peer Lending atau P2P Lending. Peer to peer lending tentunya tidak sama dan tidak bisa dikategorikan di dalam bentuk-bentuk institusi finansial tradisional seperti halnya deposito, investasi, ataupun asuransi. Karena itu, peer lending dikategorikan sebagai sebuah produk finansial alternatif.