Sektor Investasi hingga Kesalahan yang Patut Dihindari (2)

Mungkin dengan berinvestasi sudah menjadi cara yang paling efektif sekali untuk bisa memulai mengakumulasikan guna bisa mencapai tujuan pasti dalam masalah keuangan. Menurut data inflasi di Negara Indonesia ini sudah berkisar di angka 3 hingga 5% per tahunnya. Tak mungkin untuk bisa mengejar adanya laju kenaikan atas biaya pendidikan di masa mendatang dengan hanya mengandalkan tabungan biasa saja. Sudah pasti, disini kalian harus bisa bermain Investasi. Untuk yang belum tahu akan dunia Investasi, maka kalian bisa saja mengulik kembali beberapa artikel tangkasnet yang ada mengenai pengertian dari Investasi itu sendiri. Sama halnya seperti yang akan kami kulik kembali mengenai beberapa Sektor atau jenis Investasi yang bisa kalian lakukan di dunia ini. Ditambah sedikit informasi atas kesalahan-kesalahan yang memang sepatutnya untuk bisa kalian hindari dalam dunia Investasi itu sendiri. 

Nilai Investasi ini menjadi fungsi dari Konsumsi yang mana semakin besarnya konsumsi akan semakin kecil saja nilai Investasi, begitupun sebaliknya. Nah pengeluaran dari konsumsi ini menjadi pengeluaran yang mana tidak akan menghasilkan peningkatan nilai dari Aset seperti : makan – Jalan Jalan – Fashion – lalu Membeli Barang Konsumsi dan lain sebagainya. Jangan salah, pola konsumsi ini sudah menjadi hal yang paling penting sekali untuk bisa dicermati karena memang banyak sekali orang yang Khususnya para Milenial. Dimana memiliki Konsumsi yang jauh lebih besar di setiap bulannya, membuat yang tidak bisa melakukan investasi dalam jumlah yang layak. 

Kesalahan Fatal akan Dunia Investasi 

Jika sebelumnya bermain dalam berbagai jenis Investasi yang ada, maka kali ini ada beberapa kesalahan yang fatal dan mungkin saja bisa terjadi saat kalian sedang membuka bisnis Investasi itu sendiri. Dari hal ini yang nantinya mampu menyebabkan hasil Investasi yang tidak begitu optimal. Kira-kira apa saja kesalahan yang bisa kalian ketahui dan kalian hindari dalam dunia Investasi itu sendiri ? 

  1. Tidak Pernah Tahu akan Tujuan Keuangan 

Motto dalam hidupnya adalah dengan : Ora Urus maju wae, selagi saya ada duit maka daripada sia-sia harus bermain bisnis Investasi saja ! … ini mungkin saja sudah menjadi ungkapan dari sebagian besar orang yang ada di dunia ini. Apakah termasuk kalian juga ? 

Dengan kalian tidak mengetahui tujuan resmi dari investasi ini, maka kalian akan terjebak dan akan salah pada akhirnya bisa merugikan pada diri kalian pastinya. Kalian bisa mengambil contoh pada penggunaan dari Investasi Reksadana Saham dikarenakan sudah tergiur sekali melihat teman kalian dengan menikmati keuntungan yang sangat tinggi dengan bermain saham. Memang benar bahwa saham ini mampu mencapai 20 hingga 25% dari keuntungan dalam jangka waktu setahun. 

Padahal disini tujuan kalian berinvestasi adalah untuk bisa menyiapkan uang muka anak masuk sekolah yang mana sangat dibutuhkan untuk masa depan. Sekedar informasi saja, bahwa dalam jangka pendek harga dari Reksadana Saham bisa saja turun sangat amat drastis akibat adanya fluktuasi harga dari saham-saham yang ada di pasar Modal. 

  1. Investasi Jalur Asuransi 

Terdapat unit Link ini menjadi produk yang begitu populer untuk saat ini. Dan ini menjadi sebuah produk asuransi yang bisa memberikan manfaat atas Investasi. Populer dikarenakan banyaknya masyarakat, bisa menilai produk ini memberikan keuntungan dalam berinvestasi. Premi yang tidak akan hangus dan tentu saja uang bisa kembali. Namun jika tujuan utama kalian ini memang hanya bermain dalam dunia Investasi, maka Unit Link ini menjadi produk yang buruk. Sebab ini sudah disertai oleh alasan : 

  • Potongan dari Biaya Unit Link Relatif ini jauh lebih besar. Akibatnya dana yang sudah diinvestasikan ini bisa menjadi kecil terutama sekali dalam kurun waktu 5 tahun pertama. Nah di tahun pertama ini, semua uang yang kalian bayar tidak ada yang bisa diinvestasikan. Namun akan lari ke komisi agen dan perusahaan asuransi yang ada. Nah semakin sedikit dana yang bisa diinvestasikan akan jauh semakin kecil hasilnya. 
  • Fleksibilitas akan jauh lebih terbatas untuk bisa berganti Manajer Investasi yang ada. Nah dalam unit Link ini, kalian hanya bisa menempatkan dana di Pengelola yang sudah langsung ditunjuk. Jika ingin ganti, maka disini tidak bisa. Nah disini kalian harus menutup langsung asuransinya dan baru bisa ganti ke Manajer Investasi. Hal ini kami rasa sangat penting dikarenakan dari masing-masingnya memiliki Spesialis Sendiri-sendiri. 

Kalau memang benar tujuannya ini adalah Investasi, saran yang bisa kami berikan adalah dengan kalian langsung saja mengambil Instrumen Investasi yang ada. Dan yang bisa kalian lakukan adalah dengan membeli Reksadana – Emas – Saham dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan bisa dikatakan jauh lebih murah dan Efisien berinvestasi dengan secara langsung. 

  1. Tidak Mengetahui Secara Pasti datangnya Resiko 

Dari sekian banyak orang yang ada di bumi ini, pasti mereka rata-rata hanya melihat adanya keuntungan dari bermain investasi saja tanpa mengetahui resiko besar dari dunia Investasi itu sendiri. Jelas saja, dari ke-5 jenis Investasi yang kami beritahukan tadi, akan memiliki nilai tersendiri dari jumlah keuntungan maupun dari jumlah kerugian alias resiko yang bisa diterimanya. Dalam hal ini kalian tentu saja boleh dan sah-sah saja jika memilih Investasi dengan return tinggi. Akan tetapi, disini kalian harus paham akan resiko yang diterima nantinya. 

Dengan kalian paham, maka disini kalian yang bisa saja mempersiapkan diri menghadapi resiko tersebut, maka resiko ini tidak akan bisa dihilangkan tapi bisa dikelola secara langsung. Jika disini kalian tidak paham, maka kalian bisa saja melakukan langkah-langkah antisipasi dalam meredam adanya resiko tersebut. Seperti dikarenakannya tidak tahu terhadap besarnya Resiko dalam berinvestasi di Reksadana Saham, maka disini kalian akan mengambilnya langsung untuk tujuan dalam jangka waktu yang pendek. Dimana pilihan ini menjadi sangat amat berbahaya dikarenakan saham Berfluktuasi amat sangat tajam dalam rentang waktu yang pendek. Jika disini kalian paham akan resikonya, maka kalian akan berinvestasi saham untuk tujuan dari jangka Panjang. Jadinya disini kalian paham dan bisa mengerti resiko akan hal yang sangat penting dalam berinvestasi. 

  1. Terlambat untuk Bisa Memulai 

Waktu benar-benar ada di pihak kalian dalam berinvestasi. Jadi semakin cepat kalian ini memulai Investasi, maka akan semakin lebih besar lagi hasilnya bagi kalian. Dikarenakan adanya Time Value of Money. Dengan semakin panjangnya waktu dalam Berinvestasi, maka nilai dana yang ada akan menggulung dan akan  jauh semakin besar adanya. Pernah dilakukannya perhitungan, yang mana hasilnya ini akan jauh lebih besar menabung dalam jumlah kecil dari sejak dini atau bisa menabung dengan jumlah yang lebih besar tapi dalam jangka waktu yang pendek. Lantas bagaimana dengan hasilnya ? sudah pasti yang pertama ini akan memberikan hasil yang jauh lebih besar lagi. 

Dalam kurun waktu 20 tahun lamanya, yakni dari tahun 1988 sampai dengan tahun 2019. Indeks dari Harga Saham yang ada di Bursa Efek Indonesia ini mampu meningkat sebanyak 14 kali lipat atau naik sekitar 1,400%. Dan uang sebesar 100 Jt pada tahun 1988 akan tumbuh menjadi kelipatan angka di 1,4 M pada tahun 2019 kemarin jika memang ditaruh di saham Bursa Efek Indonesia. Jadi dalam hal ini kami sarankan untuk kalian memulai berinvestasi sejak kalian memiliki penghasilan tetap lebih dahulu.