Cara Investasi Saham Khusus Pemula

Investasi saham memang diketahui dengan return-nya yang tinggi. Hal itulah yang kemudian sangat membuat banyak orang tergiur untuk terjun ke dalamnya.

Namun jangan salah. Investasi saham juga mempunyai risiko yang tinggi. Makanya untuk orang biasa atau pemula yang gak ngerti investasi, banyak juga yang ragu-ragu buat mulai investasi ini.

Maka dari itu apabila kamutermasuk ke dalam golongan orang yang takut berinvestasi saham, jangan cemas. Berikut ini ada Tips- tips dan trik dari Parto Kawito, seorang Direktur PT Infovesta Utama untuk para investor saham pemula.

Ketahui Profil Sebagai Investor

Sebelum kamu menentukan untuk investasi saham, ketahui secara khusus dahulu profil risikomu. Apa maksudnya? Ya, apa kamu tergolong orang yang nekat dalam investasi atau berhati-hati.

Pasalnya, jumlah saham di bursa efek itu ada banyak.Agar lebih tepat dalam memilih, kamu wajib tahu dahulu karaktermu seperti apa.

Seandainya kamu termasuk orang yang nekat, kamu bisa memilih berinvestasi di saham-saham yang mempunyai kapitalisasi pasar menengah atau kecil.

Sebaliknya,apa bila kamu jenis orang yang hati-hati, kamu bisa memilih investasi saham BUMN dan saham-saham blue chip. Mengapa? Karena saham-saham ini pergerakannya lebih stabil dan likuid, sehingga risikonya  lebih kecil.

Tentukan Target Investasi

Jika kamu sudah mengenal profil risikomu, kemudian pikirkan juga apa tujuanmu berinvestasi saham. Apakah untuk jangka panjang, menengah, atau pendek.

Bapak Parto memberi saran sebaiknya investasi saham dijalankan setidaknya untuk jangka yang menengah. Soalnya apabila pendek, kamu akan rugi bandar  lantaran semestinya bayar fee broker juga. Akibatnya, untung gak seberapa, modal bahkan kepotong tarif broker. Rugi, kan?

Jangka pendek yang dimaksud parto di sini merupakan trading harian ya. Lagipula, kamu gak mungkin juga kan mantengin pergerakan saham setiap waktu kan? Emang gak kerja apa?

Waktu Yang Tepat untuk Membeli dan Menjual Saham

Berdasarkan hasil analisis yang dikerjakan oleh team Parto selama kurun waktu 10 tahun terakhir, waktu yang pas untuk memasarkan saham ialah di bulan Mei dan beli di bulan September atau Oktober. Mengapa begitu?
Pasalnya, pada bulan Mei banyak orang yang menjual saham nya dikarenakan musim libur panjang. Hal itu yang membuat harga saham turun.

Dikarenakan tahu siklusnya, kamu dapat menjual sahammu sebelum harga saham turun alias “nyolong start” sebelum yang lain akan menjual sahamnya.

Walaupun di bulan September atau Oktober, harga saham biasanya naik. Jadi kamu dapat membeli saham sebelum waktu itu atau dikala harga saham masih rendah.

Dengan seperti itu, kamu akan jadi tahu kan kapan waktu yang sangat pas membeli saham bukan?

Jumlah Investasi Untuk Pemula

Sesudah mengetahui waktu yang pas untuk investasi, jangan terburu nafsu dahulu membeli saham dengan jumlah besar. Apalagi jika kamu merupakan investor pemula yang masih meraba-raba dunia ini. kamu tentu gak ingin kan gigit jari di karenakan bangkrut?

“kini kamu sudah dapat bermain saham dengan modal cuma Rp 2 juta. Bahkan ada yang menawarkan investasi saham untuk mahasiswa dengan modal Rp 500 ribu saja,” ucap bapak Parto.

Parto menganjurkan supaya kamu menginvestasikan 5 persen saja dari kekayaanmu. Sesudah kamu paham cara untuk bermain saham, baru deh dinaikkan jumlah investasinya secara terencana.

Keuntungan dan Resiko dalam Investasi Saham

Investasi pasti memberi keuntungan dan resiko. Begitu pula dengan Investasi saham. Dibawah ini merupakan keuntungan dan resiko dalam investasi saham menurut Bpk.Parto.

 

Keuntungan dalam investasi saham:

1. Dividen (pembagian laba)
Dividen merupakan pembagian laba yang diberi perusahaan terhadap pemegang saham. Dividen itu sendiri berasal dari profit yang dihasilkan oleh perusahaan.

Ada dua tipe yaitu terdiri dari dividen tunai dan dividen saham:

Dividen tunai artinya perusahaan memberikan uang tunai untuk tiap- tiap lembar saham terhadap pemegang saham.
Dividen saham artinya dividen yang diberi perusahaan berupa saham, jadi jumlah saham yang dimiliki oleh Investor nanti nya akan bertambah.
2. Capital gain (kenaikan harga saham)
Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga saham, yaitu dimana harga jual lebih tinggi dibanding harga beli.

Contoh nya,kamu membeli saham A dengan harga per lembar Rp 2.000. Kemudian kamu menjual nya lagi di angka Rp 2.500 per lembar. Berarti, kamu akan menerima capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap lembar saham yang terjual.

Resiko Dalam Investasi Saham

1. Capital loss

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain, di mana investor menjual sahamnya lebih rendah dibanding harga beli.

Contoh, kamu membeli saham C seharga Rp 2.000 per lembar. Akan tetapi kamu menjualnya di harga Rp 1.700 per lembar. Dengan seperti itu, kamu akan mengalami kerugian sebesar Rp 300 per lembar.

2. Suspend

Risiko lain dari investasi saham ialah saham akan terkena suspend atau dihentikan perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kondisi tersebut membuat investor tidak dapat menjual atau membeli saham saham tersebut sampai suspensi dicabut.