Mengupas Segala Macam Dunia Investasi 2-2

Jika sebelumnya kita sudah berbicara mengenai pengertian masalah investasi dari para ahli, masuk pada jenis investasi, lalu fungsi serta manfaat dari investasi. Maka, selanjutnya kita akan bisa mengupas lebih dalam mengenai tujuan dari investasi tersebut, resiko yang dihasilkan dari adanya investasi tersebut hingga beberapa hal lagi yang lebih mendalam dari investasi ini.

Maka dari itu mari kita bahas lebih lanjut mengenai investasi agar kita dapat memilih mana investasi yang sesuai dengan keinginan kita dan akan menghasilkan keuntungan buat kita kedepannya.

 

 Tujuan Investasi

  • Investasi bertujuan agar mendapatkan hasil dari keuntungan yang telah diperoleh berupa uang, bunga, royalti, deviden, dan lain-lain
  • Investasi bertujuan agar dapat mengubah dana yang spesial menjadi dana untuk kepentingan sosial dan kepentingan umum.
  • Investasi bertujuan agar dapat memaksimalkan keuangan yang dimiliki saat ini sehingga akan menghasilkan lebih dari yang dikeluarkan.
  • Investasi bertujuan agar memiliki dan dapat mengontrol sebuah perusahan lain dengan cara berinvestasi diperusahaan tersebut.
  • Investasi bertujuan agar mendapatkan bahan baku yang lebih dan berhasil membuat produksi untuk pasaran mencukupi.

 

Pengertian Risiko Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian risiko menurut para ahli, yang terdiri dibawah ini :

  1. Arthur Williams dan Richard, M.H
    Menurut Arthur Williams dan Richard, M.H pengertian dari risiko ialah hasil dari variasi yang telah terjadi dimasa periode yang telah ditentukan.
  2. A. Abas Salim
    Menurut A. Abas Salim, risiko ialah kerugian yang terjadi karena tidak adanya kepastian dari hasil yang telah diharapkan.
  3. Soekarno
    Pengertian dari kata risiko menurut Soekarno adalah hal yang tidak pasti dalam suatu kejadian.
  4. Herman Darmawi
    Menurut Herman Darmawi pengertian dari kata risiko ialah suatu hasil yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
  5. Subekti
    Pengertian menurut Subekti adalah harus membawa tanggung jawab dari kesalahan yang terjadi, meskipun kesalah dari pihak lain.
  6. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
    Pengertian risiko menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu kejadian yang membuat perusahaan menjadi rugi
  7. Ferdinand Silalahi
    Menurut Ferdinand Silalahi pengertian dari risiko adalah kerugian yang terjadi dari hasil yang diharapakan.
  8. Prof. Dr. Ir. Soemarno, M.S
    Menurut Prof. Dr. Ir. Soemarno, M.S pengertian dari risiko adalah timbulnya kerugian yang terjadi karena adanya ketidak pastian dan tidak mengutungkan dalam suatu kejadian.

Risiko Investasi

Setiap melakukan sesuatu pasti akan ada resiko yang terjadi, tidak dipungkiri jika melakukan investasi punya mempunyai resiko. Resiko yang dihadapi bagi investor ialah saat mengalami kegagalan untuk mendapatkan hasil lebih rendah dari investasi yang dikeluarkan terlebih dahulu.

Berikut jenis-jenis resiko yang terjadi pada saat melakukan investasi yang telah dikemukakan oleh Reilly :

  1. Business Risk
    Kerugian yang dialami oleh sebuah perusahaan karena keuntungan yang didapat tidak sesuai dengan keuntungan yang diharapkan, dengan kata lain keuntungan yang seharusnya lebih banyak dari investasi yang dilakukan sebelumnya malah mengalami penurunan yang menyebabkan kerugian.
  2. Financial Risk
    Timbulnya sebuah risiko yang terjadi pada saat berinvestasi ialah dengan menggunakan dana investasi tersebut untuk utanga. Jadi Investor akan mengalami kerugian.
  3. Liquidity Risk
    Risiko yang muncul karena sebuah perusahaan tidak dapat membayar kewajibanannya kepada penerima dana yang mengalami kesulitan likuiditas .
  4. Exchange
    Exchange merupakan risiko yang berkaitan dengan adanya masalah nilai mata uang dalam negeri dan nilai mata uang luar negeri yang berdampak kerugikan.
  5. Country Risk
    Jika suatu negara mengalami politik yang tidak stabil dan perekonomian yang menurun akan mengakibatkan kerugian bagi para investor yang telah melakukan investasi karena pasti akan mengalamai penurunan bukan keuntungan atau kenaikan yang di dapat.

Menurut Tandelilin faktor yang menyebabkan besarnya risiko yang dialami saat melakukan investasi, antara lain sebagai berikut :

  1. Risiko Suku Bunga
  2. Risiko Pasar
  3. Risiko Inflasi
  4. Risiko Bisnis
  5. Risiko Financial
  6. Risiko Likuiditas
  7. Risiko Nilai Tukar Mata Uang
  8. Risiko Negara

Secara umum risiko yang terjadi menurut Hanafi, sebagai berikut :

  • Risiko Murni / Pure Risk
    Risiko Murni adalah suatu hal yang merugikan dari peluang yang memang bukan menguntungkan , dengan kata lain bahwa kerugian tetap akan terjadi. Suatu risiko  murni yang terjadi bukanlah membawa keuntungan melainkan memberikan kerugian dan jika kerugian berlangsung lama maka hanya ada 2 pilihan : rugi atau tutup sementara. Faktor risiko murni ialah pencurian, kecelakam, kebakaran dan lain-lain.
  • Risiko Spekulasi / Speculative Risk
    Risiko Spekulasi adalah segala kemungkinan yang terjadi dengan adanya 2 hal yaitu kerugian yang didapatkan atau keuntungan yang di peroleh. Terjadinya risiko terdiri dari 3 macam seperti untung, rugi dan break event sebagai contoh melakukan investasi saham atau melakukan investasi yang dengan segala kemungkinan yang ada.
  • Risiko Bisnis / Business Risk
    Risiko Bisnis adalah suatu risiko yang dimana akan dihadapi oleh semua perusahaan dengan mempunyai kualitas pasaran yang unggul dan mempunyai produk yang dibutuhkan oleh pasaran. Terjadinya ketidakpastiaan dari hasil yang didapat akan memicu risiko bisnis ini.
  • Risiko Strategi / Strategic Risk
    Risiko Strategi ialah suatu risiko yang dihadapi dengan adanya masalah yang tidak dapat diperkirakan lalu menghasilkan kerugian tanpa diduga. Seperti perekonomi suatu tempat yang meunrum, politik yang ikut ambil ahli dalam risiko ini.
  • Risiko Keuangan/ Financial Risk
    Risiko Keuangan ialah risiko yang timbul berdasarkan pengerakan finansial dipasaran yang tidak stabil. Dapat membuat kerugian yang terjadi karena suku bunga yang meningkat atau kebutuhan yang tidak dapat terpenuhi.

Tipe – Tipe Investasi

Dibawah ini merupakan tipe-tipe investasi :

  1. Conservative
    Seorang investor yang memiliki tipe ini cenderung melakukan investasi untuk memperbaiki kualitas keluarga maupun diri sendiri, dengan waktu investasi yang panjang. Untuk seorang investor ini cukup memiliki pemikiran yang panjang untuk masa depan dengan risiko yang sangat rendah. Berinvestasi untuk pendidikan, investasi asuransi, investasi tabungan berjangka, berinvesatsi program pensiun, dan lain-lain.
  2. Defensive
    Investor yang mengamati terlebih dahulu untuk melakukan investasi agar tidak terjadinya kerugian sekecil mungkin dan mendapati keuntungan yang besar, untuk tipe investasi ini sebagian besar terbebas dari segala risiko yang ada. Karena investor benar-benar berhati-hati sekali untuk melakukan investasi diwaktu tepat.
  3. Aggressive
    Investor Aggressive ini adalah kebalikan dari investor conservative, kenapa bisa begitu ?? Karena investor ini sangat teliti untuk mengambil keputusan dan menganalisa suatu portofolio yang dipunya. Investor aggressive ini lebih banyak melakukan waktu investasi dengan waktu yang sangat singkat untuk mendapatkan keuntungan yang besar pula. Meskipun investor ini tahu bahwa setiap melakukan investasi pasti ada kerugian yang didapat tapi tetap akan melalukan investasi dengan cara ini.
  4. Moderately Aggressive
    Investor yang memilih investasi moderately aggressive berlawan jauh dengan investor yang memilih Aggressive. Karena investor ini memilih untuk tenang tidak melakukan hal yang ekstrim dalam bertindak, investor ini lebih memilih untuk mendapatkan untung dengan melihat kemungkinan yang terjadi dan menganalis pula kemungkian risiko yang ada terjadi. Jika sudah memikiran dengan matang maka investor ini akan melakukan investasi  dengan cara yang sangat tenang.
  5. Balanced
    Investor yang satu ini tidak kalah dengan investor lainnya, karena investor ini mempunyai pemikiran untuk dapat memiliki risiko yang sama. Dengan kata lain, sama untuk segala kemungkinan yang terjadi dan memiliki keuntunga atau risiko yang sama jika mengambil suatu keputusan. Investor ini sangat berhati-hati dalam bertindak pada saat mengambil sebuah investasi, dengan investasi yang memiliki risiko dan pendapatan yang diperoleh dengan seimbang.

Cara Untuk Mengatasi Timbulnya Risiko

  1. Menerima
    Dengan segala kemungkinan yang ada, baik dari kerugian yang didapat maupun keuntungan yang didapat. Maka harus menerima segala risiko yang ada, jika banyak biaya yang harus keluar dibandingkan dengan pemasukan yang ada maka akan terjadi kerugian namun jika pengeluarkan yang di terima tetapi memperoleh prmasukan yang lebih besar dari yang dikeluarkan maka keuntungan yang didapat. Hanya bagaimana cara untuk mengelolah dan memilih mana yang akan diperoleh apakah keuntungan atau kerugian.
  2. Menghindari
    Dengan cara menghindari suatu risiko yang ada maka kita hanya akan menanggap bahwa risiko dapat dihindari, untuk awal mungkin dengan cara menghindari adalah hal yang sangat mudah namun itu tidak berjangka panjang. Menghindari yang seharusnya memang dilakukan dari awal maka akan memperkecil suatu risiko yang ada. Namun lebih baik jika risiko itu sudah terjadi untuk diselesaikan dan dihadapi agar kita dapat mengambil kesimpulan ini dan menjadikan pelajaran untuk kedepannya.
  3. Mencegah
    Banyak cara untuk mencegah terjadi sebuah risiko, dengan cara mencegah maka kita akan melakukan persiapan semaksimal mungkin agar risiko yang didapat sangatlah kecil. Namun kenyataan setiap melakukan pencegahan tidak semua dapat berjalan dengan lancar. Maka tetaplah menyedikan ruang kosong untuk merasakan risiko kegagalan.
  4. Membagikan
    Setiap risiko yang terjadi pasti akan berdampak buruk untuk yang menerima, namun ada sedikit tenang jika bisa membagi sebuah risiko kepada orang lain. Dengan ini bukan hanya kita saja mendapatkan risiko ini tetapi orang lain atau pihak ketiga pun akan mengalami risiko tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi

Berikut ini merupakan keuntungan dan kerugian yang diperoleh dengan investasi, yaitu :

Produk Perbank 

Tabungan

  •  Kelebihan :
  1. Mudah untuk mengambil kapan saja (Counter Bank dan ATM)
  2. Melakukan transaksi dengan mudah (Pembayaran, pembelian, penukaran uang, dan lain-lain)
  3. Dijamin oleh pemerintah
  • Kekurangan :
  1. Suku bunga yang sangat redah dibandingkan tingkat inflasi
  2. Kenanya biaya pajak untuk jumlah tertentu

Rekening Koran ( Giro atau Cheque )

  • Kelebihan :
  1. Mudah untuk mengambil pencairan dana kapan saja ( Counter Bank )
  2. Pembayaran yang bisa dilakukan tanpa menggunakan uang tunai
  3. Di jamin oleh pemerintah
  • Kekurangan :
  1. Tidak dapat bunga, hanya biaya giro atau cheque yang rendah
  2. Kena nya biaya pajak

Deposito Berjangka

  • Kelebihan :
  1. Mudah untuk mengambil pencairan dana kapan saja namun dengan waktu tertentu ( Counter Bank )
  2. Tingginya suku bunga yang didapatkan
  3. Lebih mudah untuk mendapatkan utang dengan bank krna adanya jaminan
  • Kekurangan :
  1. Mendapatkan penalti jika melakukan pengambilan sebelum jatuh tempo
  2. Ada biaya pajak

Demikian penjelasan mengenai investasi berdasarkan Tujuan Investasi,Pengertian Risiko Menurut Para Ahli, Risiko Investasi, Tipe-tipe investasi dan Kelebihan dan Kekurangan Investasi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita yang ingin berinvestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *